Gedung FPBS UPI Bandung kampus Bumi Siliwangi

Sebagai mantan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, saya merasa gelisah mengenai kehidupan setelah kuliah.

Selama masa kuliah, saya memang sudah dibekali banyak teori komunikasi dan juga bahasa untuk dunia profesional. Mata kuliah seperti Bahasa Inggris dalam konteks profesional; Interpreting, Translating, hingga mata kuliah Copywriting diajarkan dalam bentuk teori dan juga praktik. Namun, ternyata semua ilmu tersebut masih membutuhkan kunci masuk ke dunia profesional sebelum dapat digunakan di dunia kerja.

Saat itu, sebagai mahasiswa program studi paling populer dan dihormati oleh masyarakat umum, saya selalu terngiang nasihat-nasihat yang sering saya dapatkan di awal perkuliahan dari banyak orang mengenai bagaimana sulitnya seorang lulusan Sastra Inggris untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Ketika itu, saya mulai mempercayai nasihat di atas mengingat saya menyadari, sebagai mahasiswa yang akan lulus, betapa kurangnya pengetahuan, keterampilan dan persiapan saya untuk menghadapi kehidupan profesional.

Saat ini, saya telah bekerja, bahkan di empat tempat yang berbeda, dan saya ingin berbagi tips dengan mahasiswa yang pernah merasakan hal serupa seperti saya.

1. Siapkan CV yang Baik

Bagi saya, CV atau resume yang baik itu mudah dibaca dan disajikan sesuai dengan profesi yang dilamar. Saya merekomendasikan untuk mengecek CV PARADE sebagai inspirasi dalam membuat atau merevisi CV kamu.

2. Buat Akun LinkedIn (Lengkapi!)

Survey Jobvite menyatakan hampir 94 persen bagian personalia menggunakan LinkedIn sebagai sumber mendapatkan dan menyeleksi kandidat karyawan. Lalu, apa artinya bagi para mahasiswa dan lulusan baru?

Buatlah akun LinkedIn sekarang juga (jika belum) dan lengkapilah.

Jangan malas.

Isi semua informasi yang diminta oleh LinkedIn. Jujurlah terhadap setiap informasi yang diberikan, kosongkan jika memang kamu tidak atau belum memiliki informasi tersebut.

Profil LinkedIn saya juga bukan yang paling bagus di dunia, tapi sebisa mungkin saya isi semua informasi yang diminta.

Jika sudah selesai mengisi semuanya, jangan lupa untuk menyesuaikan URL LinkedIn kamu agar terlihat lebih profesional. Klik di sini untuk melihat caranya.

Oh, dan untuk melihat berbagai lowongan kerja di LinkedIn, klik tautan ini.

3. Gunakan Twitter untuk Mencari Lowongan

Jangan pernah remehkan kekuatan kolom Search Twitter. Jika bisa digunakan secara efektif dan strategis, dari sana kamu bisa mendapatkan banyak hal, mungkin juga jodoh.

Untuk mencari lowongan kerja, kamu bisa bereksperimen dengan berbagai kata kunci seperti gambar di bawah ini:


Ada juga akun-akun Twitter terpercaya yang rajin berbagi lowongan kerja dari berbagai jenis industri di Indonesia seperti @lokerbdg, @itbcareercenter atau @KampusUpdate.

Untuk job alerts, saya masih menyarankan gunakan Jobstreet dan jobsDB. Keduanya masih dapat diandalkan. Kuncinya adalah mengkonfigurasi alert kamu sespesifik mungkin agar tidak membanjiri Inbox email kamu nantinya jika terlalu umum.

Well, jika kamu suka alert yang terlalu umum juga tidak masalah.

4. Perhatikan Biografi Akun Media Sosial

Dewasa ini, cukup penting untuk menjaga konten media sosial kita, begitu juga dengan biografi akun media sosial kita. Ini karena tidak jarang personalia atau bahkan bos kita mengecek tindak-tanduk kita di dunia maya. Hal itu bisa saja mempengaruhi karir profesional kita di dunia nyata.

Sementara itu, ada baiknya jika biografi akun media sosial kamu jadikan sarana untuk personal branding juga. Artinya, bio tersebut akan membantu kamu untuk mencapa tujuan bagaimana kamu ingin orang lain mengenalmu.

Lihat dua contoh bio akun Twitter ini:



Tunjukkan siapa kamu, apa minatmu secara profesional maupun personal. Jika kamu memiliki portfolio, sertakan di bio-mu. Dengan begitu, kredibilitas kamu di dunia maya bisa semakin naik dan kesempatan untuk mendapatkan tawaran yang prospektif juga akan semakin besar.

Coba pikirkan deh..

5. Tulis (E-mail) Cover Letter dengan Baik

Saya hampir selalu menulis surat lamaran pekerjaan atau cover letter langsung di body email. Dan, jangan pernah lupa untuk mengisi Subject email.

Akan tetapi, beberapa perusahaan mungkin meminta agar cover letter dikirim dalan format .docx atau .pdf. Apapun formatnya, selalu perhatikan tata bahasa dan ejaan di cover letter. Jangan selalu menggunakan template yang sama untuk melamar pekerjaan yang berbeda.

Bagi saya, setiap lowongan pekerjaan itu unik dan cover letter pun harus menyesuaikan.

6. Jujur Dalam Wawancara Kerja

Jika lima hal di atas memberikan manfaat dan terbukti manjur untuk kamu setelah dicoba, kemungkinan kamu akan mendapatkan panggilan utuk wawancara kerja. Ketika itu datang, bersikap jujurlah kepada pewawancara dan dirimu sendiri.

Tidak ada yang suka dibohongi.

Jangan sungkan untuk menjelaskan kekurangan atau kelemahanmu (jika ditanya) namun jangan juga takut untuk menonjolkan kelebihan, potensi dan keterampilan yang kamu punya.

Jika dalam fase ini kamu telah jujur dan ditawari pekerjaan, itu artinya perusahaan tersebut telah menerima kamu apa adanya dan kemungkinan kamu akan lebih bahagia bekerja di tempat itu karena tidak ada yang mesti ditutupi.

Ijey adalah alumni program studi Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2008. Saat ini ia bekerja sebagai analis media dan penulis lepas. Blog pribadinya bernama Meizarology. Dapat dihubungi via Twitter, Facebook, Soundcloud, dan LinkedIn.