Tidak masuk kampus? Sudah biasa. Tentunya. Karena tidak akan saya lulus 5,5 tahun jika rajin masuk kuliah. Ya sebenarnya, memang kemampuan saya saja yang kurang, itu cuma pembelaan.

Terkadang, dosen sudah bosan dengar saya tidak masuk atau terlambat. Hal itu kerap membuat saya tidak dipanggil dosen saat mengabsen kelas.

Ada satu cerita. Ketika itu seorang rekan mencoba menghubungi saya untuk bertanya di mana saya berada. Saya menjawab sedang di jalan menuju kampus dan akan masuk kelas. Lalu rekan saya bertanya posisi tepatnya. Saya kemudian menjawab “di Pasteur. Dekat RSHS,”

Ternyata, hal itu disampaikan kepada dosen. Entah apa yang lucu, tapi mereka tertawa.

Ada sebuah regulasi di mana mahasiswa hanya diperbolehkan untuk tidak masuk kelas tanpa kabar sebanyak tiga kali dalam satu semester. Saat itu, saya sudah dua kali tidak masuk. Artinya saya masih punya jatah satu kali lagi untuk tidak masuk tanpa kabar.

Seharusnya, memang jangan sampai tidak masuk kelas, karena yang rugi adalah mahasiswa (saya) sendiri juga. Tapi, saya pikir kalau ada jatah kenapa tidak dimanfaatkan? Yah, namanya juga (calon) mahasiswa lulus 5,5 tahun.

Tiba di kampus, saya langsung menuju kelas. Sampai lobi fakultas, ada yang terlupa: kunci motor. Itu sangat penting dan membuat saya harus kembali lagi ke tempat parkir motor. Tiba di tempat parkir motor, kunci motor masih ada menempel di motor.

Luar biasanya adalah motornya masih dalam keadaan mesin menyala yang artinya tidak sempat saya matikan mesinnya. Saya pikir, motor ini masih rezeki saya karena tidak ada yang mencuri; yah… walaupun tujuh bulan kemudian hilang dicuri juga. Ini bukti, kalau sudah saatnya hilang ya hilang; walaupun dengan pengamanan ekstra ketat.

Setelah mengambil kunci motor, saya menuju kelas lagi untuk bergabung dengan teman-teman yang sudah ada. Hanya terlambat 20 menit, tak apalah.

Dosen mempersilakan saya untuk masuk. Lalu, dia berkata dalam bahasa Inggris yang artinya kurang lebih seperti ini, “Kamu sudah tidak masuk tiga kali, sekali lagi tidak masuk kamu tidak akan lulus mata kuliah ini,”

Saya bingung, karena sebagai mahasiswa yang suka bolos, tentulah saya punya perhitungan untuk bolos.

Saya tidak masuk mata kuliah ini hanya dua kali, bukan tiga kali. Saya sampaikan itu kepada dosen. “Minggu lalu kamu tidak masuk, kan?” sang dosen bilang.

Dengan wajah sedikit belagu, dagu ke atas, keyakinan bahwa minggu lalu saya masuk, yakin pada kemampuan saya berbahasa Inggris, saya menjawab dengan fasih dan tenang “I came here last week, but you didn’t absent me,” lalu teman-teman tertawa. Padahal maksud saya, saya sudah datang, tapi nama saya tidak dipanggil ketika diabsen.

Jadi, jelas bukan kenapa saya lulus 5,5 tahun?

***

Muhammad Arizal Rukmana adalah lulusan program studi Bahasa dan Sastra Inggris, angkatan masuk 2009. Pemuda kelahiran Wonogiri ini merupakan Presiden English Literature Forum (ELF) 2011–2012 dan Presiden My Pride League 2013–2014.